Pesawat sederhana

Januari 3, 2010 at 8:25 am (Uncategorized)

Dalam fisika, pesawat sederhana adalah segala jenis perangkat yang hanya membutuhkan satu gaya untuk bekerja. Kerja terjadi sewaktu gaya diberikan dan menyebabkan gerakan sepanjang suatu jarak tertentu. Kerja yang timbul adalah hasil gaya dan jarak. Jumlah kerja yang dibutuhkan untuk mencapai sesuatu bersifat konstan, walaupun demikian jumlah gaya yang dibutuhkan untuk mencapai hal ini dapat dikurangi dengan menerapkan gaya yang lebih sedikit terhadap jarak yang lebih jauh. Dengan kata lain, peningkatan jarak akan mengurangi gaya yang dibutuhkan. Rasio antara keduanya disebut keuntungan mekanik.

Secara tradisional, pesawat sederhana terdiri dari:

• Tuas

• Bidang miring

• Katrol
Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

BERCERITA UNTUK ANAK USIA DINI

Desember 19, 2009 at 12:57 pm (Uncategorized)

Dataran tinggi gayo Aceh

Ada suatu ungkapan ”Seorang  Guru yang tidak bisa bercerita, ibarat orang yang hidup tanpa kepala”. Betapa tidak, bagi para pengasuh anak-anak (guru, tutor) keahian bercerita merupakan salah satu kemampuan yang wajib dikuasai. Melalui metode bercerita inilah para pengasuh mampu menularkan pengetahuan dan menanamkan nilai budi pekerti luhur secara efektif, dan anak-anak menerimanya dengan senang hati. Pada saat ini begitu banyak cerita yang tersebar, namun masih jarang tulisan dari para praktisi ahli cerita , yang mampu mengarahkan secara khusus untuk ditujukan kepada anak-anak usia dini, sehingga penceritaan yang disampaikan kurang mengena. Apalagi model cerita yang secara khusus didasarkan pada material kurikulum pengajaran di TPA/KB/RA/BA/TK yang berlaku. Padahal panduan praktis semacam ini sangat dibutuhkan oleh tenaga pendidik di seluruh Nusantara. Pada umumnya mereka masih terbatas pengetahuannya tentang metode bercerita. Tulisan ini kami susun dengan maksud agar menjadi salah satu bahan pengayaan ketrampilan mendidik anak, bagi para pendidik anak usia dini dalam kegiatan kepengasuhan yang mereka lakukan .
Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Teknik bercerita

Desember 19, 2009 at 12:39 pm (Uncategorized)

Bercerita merupakan salah satu teknik menyampaikan suatu pesan yang paling sering digunakan oleh guru/pengasuh/pendidik. Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih menggunakan teknik bercerita dibanding teknik lainnya seperti drama, diskusi, atau menggunakan peralatan audio visual. Beberapa alasan yang sering dikemukakan adalah:
Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Memilih, Menyusun, dan Menyajikan Cerita Untuk Anak Usia Dini

Desember 19, 2009 at 12:25 pm (Uncategorized) (, , , )


Category: Books
Genre: Reference
Author: Mbak Itadz (Takdiroatun Musfiroh)

Tidak banyak buku di Indonesia yang membahas secara lengkap tentang cara bercerita (storytelling) kepada anak-anak. Mungkin karena kegiatan berdongeng belum dianggap sebagai kegiatan serius. Padahal, berdongeng terbukti bisa mengembangkan beberapa kemampuan dasar anak. Misalnya kemampuan bahasa dan sosial emosional. Maka, buku yang disusun oleh Mbak Itadz ini cukup memberikan angin segar bagi para orangtua dan guru. Mbak Itadz menulis buku ini berdasarkan pendidikan dan pengalamannya yang kaya di bidang pengembangan bahasa untuk anak usia dini. Jadi, buku ini benar-benar ditulis oleh seorang ahli.
Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Metode Penelitian Kualitatif: Grounded Theory Approach

Desember 19, 2009 at 11:42 am (Uncategorized) (, , , )

PENDAHULUAN

Pendekatan grounded teori (Grounded Theory Approach) adalah metode penelitian kualitatif yang menggunakan sejumlah prosedur sistematis guna mengembangkan teori dari kancah. Pendekatan ini pertama kali disusun oleh dua orang sosiolog; Barney Glaser dan Anselm Strauss. Untuk maksud ini keduanya telah menulis 4 (empat) buah buku, yaitu; “The Discovery of Grounded Theory” (1967), Theoritical Sensitivity (1978), Qualitative Analysis for Social Scientists (1987), dan Basics of Qualitative Research: Grounded Theory Procedures and Techniques (1990). Menurut kedua ilmuwan ini, pendekatan Grounded Theory merupakan metode ilmiah, karena prosedur kerjanya yang dirancang secara cermat sehingga memenuhi keriteria metode ilmiah. Keriteria dimaksud adalah adanya signikansi, kesesuaian antara teori dan observasi, dapat digeneralisasikan, dapat diteliti ulang, adanya ketepatan dan ketelitian, serta bisa dibuktikan.
Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Hello world!

Desember 12, 2009 at 4:57 am (Uncategorized)

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Permalink 1 Komentar